Hanya seorang pemudi biasa yg ingin menjadi luar biasa ^^ Hamasah-Himmah! followers


Following


1 September 2014 Awal hari disemester 5

Lusa, sudah masuk kuliah dan sudah masuk tingkat 3 di semester 5 ini. 

Entah apa yang terpikir kini, jika lalu, 2 tahun yang lalu berpikir bisa masuk di Universitas ini. sekarang terpikir agar segera keluar dari Universitas ini.

Semua angan itu mulai pudar, karena banyak yang tertulis tapi hanya cukup sekedar tulisan hingga ia tak berbuah dalam kenyataannya. 

Banyak hal yang diinginkan tapi banyak alasan untuk dikerjakan lebih awal. selalu dan selalu saja begitu. apakah karena aku selalu memberi asupan program yang sama??

Untuk sekarang. Fokus! Fokus pada ke-ilmuwan sejarah,

tapi, apakah semua ke-tertinggalan ini dapat dikejar????

Wahai diri, segera tunduk pada semua aturan Illahi..

“Jadilah kau didunia manusia laksana lebah didunia burung. Semua burung menganggap lebah itu lemah. Padahal, jika burung mengetahui berkah yang ada di perutnya, ia tidak akan berpandangan demikian. Maka, dari itu, bergaullah dengan manusia dengan lisan dan raga kalian, dan berbedalah dari mereka dari segi amal dan hati kalian (maksudnya berlaku baik, red) karena manusia akan mendapatkan ganjaran sesuai perbuatannya dan dia akan bersama orang yang dicintainya pada Hari Kiamat.”
- Ali bin Abu Thalib ra, Tarikh Khulafa
Catatan Buku : Tarikh Al-Khulafa

Jika Umar mengangkat seorang pejabat, dia akan menuliskan baginya suatu perjanjian. Dia mensyaratkan kepada pejabat itu untuk tidak mengendarai kuda, tidak memakan makanan dengan kualitas tinggi, tidak memakai pakaian yang halus, dan tidak menutupi pintu rumahnya bagi siapa saja yang terdesak kebutuhan. jika dia melakukannya, maka dia dipecat.

“Seseorang dianggap sebagai pemboros jika dia selalu menuruti apa yang diinginkannya”
-Umar bin Khaththab, Tarikh Khulafa
Kesepenuh Hatian

                Ini tidak layak dibilang sebagai buku, mungkin ini bisa dibilang sebagai petuah antah berantah dari sebuah negeri yang kami diami kini, sebuah negeri tempat kami meniti ilmu-ilmu bernama sejarah.

Saya merasa saya perlu menuliskan ini, saya merasa saya penting menuliskan ini. bukan karena apa dan bagaimana, tapi karena sejarah akan menimbulkan sedikit lebihnya membentuk pola yang sama. Pola X, Y, O bahkan Z, jika memilih pola O, siaplah terbentuk untuk menjadi O itu.

                Bukan tentang banyak harapan yang saya impikan saat saya menuliskan kata demi kata dalam buku ini, yang ada hanya ketidakharapan bagimu agar tak mengulangi hal yang serupa yang kami ambil, hal yang serupa yang kami tempuh dan hal yang serupa yang kami jalani jika hal itu tidak berlandaskan rasa kesepenuh hatian, hati yang penuh.

Curhatan Semester 4 ini

Jika sudah menginjak semester 4 hal ini lain halnya..

Dulu, mungkin orang-orang yang kecemplung di jurusan ini, akan tetap merasa bahagia berada di jurusan ini, yah mungkin ada yang menganggap bahwa dengan mendalami sejarah, kita bisa mengetahui banyak hal, dan ternyata hal itu tidak semudah bin segampang itu, oh, tenyata! Lain hal lagi, lain halnya lagi dengan ini, dengan hanya kata yang sekedar kecemplung! Untuk hadir bersama  dengan kesepenuh-hatian disini.

Memang, jika semester 1 itu ada yang berpikir bahwa sejarah dan pengantarnya, yah mungkin bisa dibilang masih nyantai-nyantai, masih bisa ngumpulin sejuta alasan untuk tetap bertahan dijurusan ini.

Akan lain ceritanya lagi disini, lain cerita lagi dengan 2 semester tingkat lanjutan ini.

Mungkin motivasi yang terkumpul seribu itu akan terus berarah, dan masih bisa terbilang mungkin tak akan jauh berbeda dengan kondisi semester 1 lalu. Itu masih praduga saja

Tapi, menginjak semester 4 pun begitu, mungkin agak sedikit berbeda, tapi larinya tak akan jauh dari semester-semester sebelumnya. Masih bisa diimbangkan hanya perlu konsentrasi saja sedikit.

Tapi, disini! Di semester 4 inilah. Semua akan diuji,

1000 motivasi akan terpilih menjadi motivasi 1 yang pasti.

Pengantar yang dianatar disemester 1 lalu, mungkin sekarang bukan hanya jadi pengantar tapi berubah wujud menjadi teori yang akan digali nanti

Di semester ini. semester sepertinya yang setiap orang sudah mulai bosan untuk kembali merenung tentang betapa sulit dan risaunya kuliah.

Hal yang tersisa hanya memilih 2 jalan yang ada, antara keluar dari bis dan berhenti di tempat pemberhentian atau melanjutkan , walau pemandangan tak seindah dulu yang dibayangkan.

Ada banyak pikiran yang ada.

Tapi, harus berbuat apa, hanya kebingungan yang kian ada dalam diri hanya wujud rasa takut untuk menghadapi hari esok dengan modal sejarah ini. 

Kuliah dan Tugasnya

Ada apa sebenarnya dengan kuliah dan setumpuk aktivitas tugasnya..?

Setelah saya mengarungi 4 semester berada di bawah naungan jurusan sejarah yang saya pilih, saya rasa saya mengalami koneksi yang berlainan dengan apa yang saya cita-citakan.

Hal ini ternyata tidak hanya terjadi pada saya saja, akan tetapi terjadi pula pada kebanyakan mahasiswa lainnya. Yaitu saat tugas dan kuliah selalu berjalan berdampingan dan berjalan di musim UTS atau UAS kan datang..?

Tugas yang numpuk ga akan nanggung-nanggung datang bersamamu.

Sejarah, Dunia kini dan Duniaku kini..

Sejarah mungkin alat ter-canggih untuk mengetahui kondisi dunia hari ini, bukankah ada yang namanya asal musabab jika satu hal terjadi maka ada perkara hal yang membuatnya terjadi dan kemudian di interpretasikan dalam wadah bernama sejarah.

Dan saya cukup bingung, bingung terhadap banyak hal yang terjadi pada dunia hari ini..

Ada apa dengan dunia??

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang sedang menggelayuti di pikiran saya.

Saya punya banyak mimpi, mimpi untuk melihat wajah dunia secara utuh, apa yang terjadi dari tahun 1 M – 2013 M ini, memanglah kisaran waktu yang panjang peristiwa yang di lalui umat manusia ini.

Waktu menyelesaikan misteri ini amat sangat lama, tak cukup lah.. dengan jenjang 4 tahun ini. ditambah bebannya SKS yang di sodorkan jurusan yang akhirnya membuat orientasi-orientasi besar itu kadang terkikis di tengah jalan begitu saja..

Atau tentang kronologi waktu yang akhirnya kita bisa melihat wajah dunia, apa yang terjadi pada tahun 1945 di Indonesia, bagaimana dengan negara lain seperti turki, atau waktu yang sama sedang ada apa dengan Belanda.

Inilah banyak hal itu, banyak hal yang perlu di share agar kita bisa mengingatkan bahwa kita punya PR besar dalam sejarah ini.

Ah, kata lama rasanya jika sejarah adalah wadah hanya menampung pengetahuan masa lalu saja. Dalam banyak teori yang pernah saya pelajari menyimpulkan bahwa sejarah akan membantu untuk menyongsong masa akan datang untuk menjadi lebih baik dengan syarat mempelajarinya dari masa lalu sejarah yang terbungkus menjadi rasa pengalaman yang akan begitu berharga, bukan?

*bingung*

Ibu, Ayah.. Aku bukan celengan!

Menjadi seorang mahasiswa di sebuah universitas yang terbilang jauh dari rumah memang pilihan ku, memang tidak ada paksaan sama sekali, seperti kebanyakan siswa yang lulus sekolah lainnya, bersama mencari kesempatan untuk masuk ke universitas yang diidam-idamkan dengan beberapa pilihan dan jalur masuk universitas yang beragam.

Ada hal yang pernah terpikir saat seseorang bisa jadi masuk di sebuah universitas ternama di jurusan yang begitu diidamkan dan mempesona. Sebenarnya apa yang diharapkan orangtua pada umumnya.

Semua bercerita tentang harapan-harapan yang orang tuanya harapan. Ketika terdengar bahwa semuanya termasuk aku tentulah mengharapkan hidup yang baik lebih-lebih dalam hal perekonomian. 

Hal ini jauh berbeda ketika mulai sering mengikuti kajian keislaman dalam sebuah pergerakan. impian yang terbatas pada dunia mulai memudar termasuk pandangan dalam membahagiakan orangtua ku kelak tentulah dengan cara berbeda, ku ingin orangtua bahagia dunia dan akhirat. maka aku mulai sungguh katakan pada mereka. ini tak terlalu berat bagiku, mungkin karena aku masuk di fakultas yang biasa-biasa saja dan pendidikan memang hal utama yang sudah menjadi kewajiban dalam keluarga ku. hal yang berbeda terjadi mungkin pada teman-temanku di fakultas dengan biaya kuliah yang berkali-kali lipat dari ku. mungkin mereka yang telah memahami kebahagiaan ini akhirnya bingung karena bentrok dengan yang orangtua harapkan. mungkin harapannya tak lebih dari sekedar celengan saat dan di bangku kuliah dan dibobrok saat mendapat gelar kelak.

Alhamdulillah atas segala nikmat

Alhamdulillah hari ini masih bisa menekan tuts-tuts yang ada di keyboard notebook biasa si peachy ^^. setelah tadi panik ba’da tahajud dia tak mau kunjung hidup.. setelah ia mungkin kelelahan..

oh! padahal tugas-tugas didalamnya begitu penting dengan deadline hari ini.. 

“Penasihat terbaik bagi masa depanmu adalah masa lalumu.

Lupakan sakitnya, ingat pelajarannya.”
-(via gadistudunglabuh)